#Ayam Gepuk ala Resepsenyum#

November telah habis separuhnya, tentunya 2017 sudah ada ditepian masa. Tibalah saatnya blog ini kita isi dengan resep makanan. Yuk…

Hai…kembali lagi dengan saya -yang selalu merasa senang membagikan resep-resep makanan yang saya suka :). Resep-resep simpel bagi anak kost-an macam saya ini. Yuklah berbagi resep lagi kita…:)

Kali ini menu utama kita “AYAM” 

Kita beri nama “AArenyum. Ayamgepuk Alaresepsenyum.”

-ALAT-

Kompor

Kuali

Sendok masak

-BAHAN-

1. Ayam 1 ekor (dipotong-potong, ukuran sesuai selera)

2. Bawang putih 10 siung

3. Damar 10 buah

4. Kunyit ukuran sebuku jari (kira-kira 2x2x2 cm)

5. Jahe ukuran 2 buku jari (4x2x2 cm)

6. Daun salam 1 lembar

7. Daun jeruk 5 lembar

8. Sereh 1 batang

9. Garam secukupnya

-CARA-

1. Bahan no. 1 dicuci bersih 

2. Bahan no. 2,3,4 dan 9 digiling halus 

3. Masukkan Bahan no. 1 dan gilingan halus ke dalam kuali. Dan beri tambahan air lebih kurang 200 ml.

4. Masukkan bahan no. 6, 7, dan 8. (Bahan no. 8 digeprek dulu sebelum dimasukan)

5. Ungkap dengan api kecil sampai air rebusannya tinggal sedikit. 

6. Gorenglah ayam yang sudah diungkap. 

7. Sajikan

8. Dan makanlah dengan lahap 😛

9. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah makannya 😉

-tips resepsenyum-

1. 1 ekor ayam itu dipotong 12 aja atau 8 juga gapapa. Bingung ? Minta tolong tukang ayam di pasar aja. Insyaa Allah beliau tau. 
Alasannya : kalo dipotong 4, kegedean, dan yang pasti cepat habisnya. Hehe. (Tapi kalo mau potong 4, monggo). Ups…sebenarnya juga agar bumbunya lebih meresap dan berasa juga sie…Hehe. (semakin kecil partikel, maka luas permukaan akan semakin besar untuk menyerap bumbunya, -aihhh…bahasanya ;)) 

2. Kalo ingin ada sensasi pedas-panas, boleh juga tuh. Caranya tambahkan gilingan merica (lada). Saya suka nambahin iniii…;) Maknyuzzz. Hoho…boleh merica bulat yang digiling, boleh juga bubuk merica yang udah jadi (dalam bentuk sachet). Kalo saya lebih suka yang digiling sendiri (Hehe…suka konvensional memang…:P)

3. Ayamnya digoreng tanpa tepung, bisa juga pake tepung. Kalo mau pake tepung, pake tepung sagu ya…Trus tepungnya dikasih air dikit, kasih garam secukupnya sesuai selera, trus kasih gilingan kunyit, supaya warnanya bagus dan menggugah selera. Nyummyy…:)
4. Disantap dengan sambel juga jadi lebih nikmat. Pake sambalado ala resepsenyum oke loh. 🙂

5. Dimakan bersama menjadi lebih bermakna. (Iya cukup sesekali saja makan sendiri…:) 

Sekian, berbagi resep kali ini. Semoga semua yang mencoba resep ini berhasil dan suka. Sampai Jumpa…

~ada kenikmatan disetiap sajian rumahan~

A.Afryandes, Ondewe Jogja-Jekardah (18/11/17)

Advertisements

#Sejuk#


التعب مع وجود هدف راحة و الراحة بدون هدف تعب
Kelelahan disertai tercapainya tujuan adalah rehat. Rehat tanpa tujuan hanyalah kelelahan 

…lalu…

lalu 

lalu apa ?

lalunya masa ?

lalu kemudian ?

lalu jalan ?

ya semuanya, lalu rindu…menyampirkan syahdu apakah itu hanya aku atau juga kamu…

#baru sadar dan baca kalo kata “lalu” itu banyak sinonimnya. dan dibuat saja kumpulan kata yang tak menentu, ideku lagi beku.  🙂 Pokoknya harus berima “U”  dan berakhirlah dengan pemberian judul “LALU” . 😀

~Ondewe jogja-jekardah (18/11/17), A. Afryandes. ~

Ahlan Wa Sahlan Yaa Alif Allathif :)

Alif…Selamat datang keponakan perdana…:) Semoga menjadi anak yang shaleh dan berbakti pada bunda dan abi, serta berguna bagi agama, nusa, dan bangsa…Allahumma Aamiin.

Warmest Love,

Your Aunty Amelya (AA) ^^

Jogja, 23 Oktober 2017 

kesesuaian

Dalam hidup, kadang memang ada kejadian yang sulit dijelaskan. Seperti saat kita memasuki wilayah asing, dan bertemu dengan orang-orang yang asing pula, satu dua kali pandangan kita akan tertumbuk pada orang-orang tertentu yang meninggalkan kesan berbeda pada jiwa. Kita telah merasa akrab sebelum saling berkenalan. Kita telah saling tersenyum dan menganggukkan kepala. Kita telah saling menyapa sebelum sempat menyebut nama. Diam-diam, dalam hati kita telah berseru-seru, “Inilah saudaraku!”

Dilanjutkan oleh Salim A fillah dalam bukunya, Dalam Dekapan Ukhuwah, 

Maka, inilah ruh-ruh yang diakrabkan iman.

Dengan iman itulah mereka saling mengenal. Dengan iman itulah mereka saling mengakrabi. Tanpa bicara mereka telah menyepakati hal-hal mulia. Jika ada yang berbeda di antara mereka, semua tahu bahwa kesamaan di antara mereka lebih banyak, dan lebih tinggi nilainya. 

Jika ada sembilanpuluh sembilan hal berlainan, dan hanya satu perkara saja yang serupa di antara kita, maka marilah curahkan seratus persen usaha untuk yang satu itu agar ianya jadi berdaya.

(Salim A Fillah -Dalam Dekapan Ukhuwah)



AADJK

Postingan tertanggal 2 Mei 2016 di  Website pejalankaki.com (sayang webnya udah ga ada lagi, jadilah saya pindahkan ke blog =))

Dalam lima hari ini, media sosial kembali diguncang oleh virus AADC yang 14 tahun lalu menjadi trending topic dalam dunia perfilman Indonesia.

Demi untuk tidak anti-mainstream terhadap virus AADC tersebut, yuk mari kita mengenali AADJK (Ada Apa Dengan Jalan Kaki). Jalan kaki adalah aktivitas yang sekarang ini berusaha digalakkan oleh beberapa kalangan. Hal ini dapat dilihat di beberapa daerah mulai membangun pedestrian area yang dikhususkan untuk para pejalan kaki agar dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Aktivitas ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kita. Berikut manfaat jalan kaki yang patut kita ketahui  =)

  1. Menurunkan Berat Badan
    Dengan merutinkan berjalan kaki 30 menit setiap harinya selama 4 minggu maka akan dapat mengurangi 3 unit nilai BMI kamu. Luar biasa kan, tanpa perlu suplement yang seharga ratusan ribu atau diet  ketat menahan selera makan yang bikin kamu sakit maag, dengan berjalan kaki setengah jam per hari aja udah bisa nurunin BMI sampai 3 unit. Mari jalan kaki.
  2. Menurunkan Resiko Penyakit kronis

    Jalan kaki adalah aktivitas yang disarankan untuk mencegah terjadinya penyakit kronis dan untuk memperbaiki keadaan penyakit kronis. Dimana beberapa studi menyebutkan dengan berjalan kaki selama 30 menit sehari selain dapat menurunkan indeks masa tubuh, aktivitas ini juga mengurangi resiko terjadinya penyakit kronis.
  3. Menurunkan Tingkat Depresi dan Kekambuhan Depresi
    Manfaat jalan kaki dalam menurunkan depresi dan kekambuhan depresi sangat mengagumkan dimana Mallory Atkinson dan teman-temannya menyatakan bahwa aktivitas ini efektif dalam menurunkan depresi dan kekambuhannya dengan efektivitas yang sama dengan prozac (obat anti depresan), sebagai terapi behavior.
  4. Menurunkan Kejadian Gangguan Tidur

Sebuah studi yang dilakukan oleh Passos et al pada tahun 2010 menyebutkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang (misal: jalan kaki) dapat mengurangi waktu induksi tidur (waktu yang diperlukan untuk dapat tertidur) dan meningkatkan durasi tidur (lama tidur) pada pasien yang mengidap insomnia kronis. Namun, pada penelitian yang sama ditemukan bahwa olahraga berat (misal: berlari dan angkat beban) tidak memberikan efek dalam mengobati gangguan tidur.

Hasil yang sama juga ditemukan pada penelitian yang dilakukan oleh Reid et al pada tahun 2010 bahwa setelah  melakukan olahraga tersebut selama 4 – 24 minggu kualitas tidur pasien dewasa dengan insomnia, meningkat dan menjadi lebih baik.

Walaupun mekanisme pastinya belum dapat diketahui, namun ada beberapa kemungkinan bagaimana exercise ini dapat mengurangi keparahan insomnia. Kemungkinan pertama adalah exercise ini meningkatkan suhu tubuh, dan ketika setelah exercise dilakukan, suhu tubuh mengalami penurunan, pada tahap inilah tubuh mudah untuk tertidur (Horne & Staff, 1983). Kemungkinan mekanisme selanjutnya adalah, Berjalan kaki dapat mengurangi ketegangan, kecemasan, dan depresi. Sehingga insomnia yang sangat erat kaitannya dengan ketegangan, kecemasan, dan depresi dapat berkurang dan teratasi dengan dilakukannya aktivitas jalan kaki ini. Selain dua kemungkinan diatas, kemungkinan lainnya adalah, berjalan kaki, sebagai contoh dari olahraga ringan dapat memperbaiki ritme sirkadian tubuh (body clock).

  1. Meningkatkan PenampilanDengan penurunan berat badan, penurunan depresi, kecemasan, dan ketegangan, serta peningkatan kualitas tubuh, maka aktivitas jalan kaki ini dapat meningkatkan penampilan. Tubuh akan menjadi lebih segar dan bugar. Selain itu perasaan yang bahagia dan senang membuat wajah akan tampak lebih berseri dan bersinar.
  2. Meningkatkan Rasa Kepedulian Terhadap Sekitar
    Dengan berjalan kaki, interaksi dengan sekitar akan jauh lebih besar. Kita dapat menikmati alam sekitar dengan lebih jelas dan dapat bertemu dengan banyak orang. Berinteraksi dengan banyak orang akan memberikan nilai-nilai baru dalam hidup. Dapat melihat dan berbicara langsung dengan tetangga rumah atau hanya sekedar saling melempar senyum dengan orang-orang yang berpapasan. Selain itu, dengan berjalan kaki kondisi lingkungan dapat dlilihat secara langsung. Interaksi dengan orang lain dan memperhatikan sekitar ini maka empati dan kepedulian terhadap sekitar juga dapat meningkat.
  3. Meningkatkan Fungsi Kognitif
    Berjalan kaki adalah salah satu aktivitas fisik yang dapat meningkatkan fungsi kognitif. Jenniver Weuve dan beberapa peneliti menjelaskan bahwa berjalan kaki sebagai salah satu contoh aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan fungsi kognitif secara signifikan dan mengurangi penurunan kognitif pada orang tua. Sehingga hal ini juga dapat mencegah terjadinya penyakit demensia.Studi lainnya juga menjelaskan, bahwa jalan kaki yang dilakukan secara teratur juga dapat meningkatkan kefokusan dan kreativitas seseorang.Dengan tujuh manfaat jalan kaki yang sudah disebutkan diatas, apa masih perlu mau nunggu 14 purnama dulu untuk memulainya !!! Yuk mari…Kita Budayakan Jalan Kaki Minimal 30 Menit per Hari =)

    Salam Pejalan kaki

    A.Afryandes