Untuk Dikenang (lagi)

Dan, hari ini saya harus diswab kembali.

Alasan swab kali ini karena ada riwayat kontak dengan teman yang positif juga.

Swab yang ketiga ini saya lakukan di tempat yang sama. Namun, swab kali ini bikin trauma. Sakit. Sakit ga biasa. Sakitnya karena ibu petugasnya tanpa aba-aba langsung masukin dan langsung dorong kedalam…ga kaya ibu petugas sebelum-sebelumnya yang perlahan dan tenang dalam melakukannya.

Semoga saya tetap negatif di hasil kali ini.

Allahumma Aamiin.

Payakumbuh, 30 September 2020

Dua Nama Penuh Do’a

Dua Nama Penuh Doa

Kunci Petunjuk Kebahagiaan yang Bertambah.

Untuk setiap teladan
Untuk setiap kesabaran
Untuk setiap kesyukuran yang dicontohkan
Dan untuk setiap kedemawanan yang dirasakan

Terima kasih kakak ucapkan untuk mu adik-adikku Dua Nama Penuh Doa,
Kunci Petunjuk Kebahagiaan yang Bertambah.

Tiada terkira rasa syukurku menjadi kakak bagimu berdua.
Tiada terkira rasa riangku saat Uul dan Farhan memiliki tanggal lahir yang sama, 20 September.
Tiada terkira rasa takjubku, saat Uul dan Farhan lahir di hari Jum’at, hari yang sama di tahun yang berbeda.

Semoga keberkahan Allah selalu tercurah untuk kamu berdua. Dan semoga kesyukuran pada-Nya selalu menghiasi hati di setiap langkah dan masa.
Dan semoga Dua Nama Penuh Doa dari Mama Papa untuk kamu berdua selalu mengiringi di setiap irama sukma.

Kunci Petunjuk Kebahagiaan yang Bertambah, Alhamdulillah selalu terasa buahnya diantara kita semua dan semoga insyaa Allah kedepannya selalu menghiasi kita sekeluarga.
Allahumma Aamiin…

Selamat Ulang Tahun adikku Miftahul Hidayah dan Farhan Yazid, Baarakaallaahu Fiikum🥰🥰🥰

Dari kakak mu yang tentunya dalam kesyukuran yang luar biasa.

Payakumbuh, 20 September 2020

Amelya Afryandes

Untuk Dikenang

Haiii blog,

Masih ingat, apa alasan saya untuk bikin tulisan disini…Ingat dong ya pastinya, bahwa salah satunya adalah untuk mengabadikan momen, agar ia bisa dikenang.

Dan hari ini, saya mau cerita lagi disini. Setelah beberapa waktu lalu, saya hanya membubuhkan beberapa kalimat saja. Namun, hari ini akan saya tulis lebih panjang. Tentang hari ini.

Hari ini adalah tes swab kedua kalinya yang saya jalani. Tes pertama adalah tes pada Bulan Juli lalu, mengenai ini sempat saya tulis singkat di blog ini. Namun ada perbedaan besar dari alasan untuk tes swab kali ini.

Bulan Juli lalu, keputusan untuk melakukan tes ini adalah karena perjalanan ke Jakarta bulan itu. Namun, tes swab kali ini adalah karena saya berkontak dengan pasien positif covid 19 pada hari Senin lalu, tanggal 31 Agustus 2020, – yang hasil swabnya baru keluar kemaren pagi.

Btw, saya sudah mulai mengasingkan diri dari keluarga semenjak hari Selasa, 1 September, karena rekan saya tersebut baru mengetahui bahwa orang yang ditemuinya seminggu yang lalunya dinyatakan positif Selasa pagi itu. Dan semenjak Selasa saya sudah mengasingkan diri dari Mama, Papa, dan adik. Walaupun di hari-hari biasanya saya juga tetap jaga jarak dengan keluarga (karena mobilitas harian saya yang cukup tinggi) namun saya biasanya tetap makan di ruangan yang sama. Semenjak Selasa saya sudah mengasingkan diri saat makan dan mulai tidak ada lagi yang namanya cerita panjang lebar saya setelah makan.

Dan semenjak kemaren, saya benar-benar isolasi diri. Shalat pun tidak lagi berjamaah (sebelumnya masih berjamaah dan pake masker). Dan sudah sangat jarang banget keluar kamar.

Alhamdulillah, akhirnya tadi pagi saya bisa tes swab di posko penanganan covid 19 disini (Kota Payakumbuh), Sumatera Barat.

Alhamdulillah, penanganan pandemi di kota ini bisa dikatakan baik karena siapapun boleh swab tes gratis di posko. Persyaratan nya pun hanya KTP saja. Dengan prosedur yang juga mudah.

Saat mau berangkat, Papa menawarkan diantar pakai mobil tapi saya menolaknya. Dan saya memilih pergi kesana dengan motor tadi pagi. Berkendara sendiri dengan motor, menurut saya lebih aman dalam kasus ini.

Sesampai di lokasi yang berjarak sekita 6-7 km dari rumah, ternyata sudah banyak orang disana menunggu giliran untuk di swab. Saya mengantri selama 1 jam. Dalam rentang waktu mengantri tersebut banyak moment yang tertangkap indera. Banyak rasa yang hinggap di sukma.

Dari sekian moment yang tertangkap dengan aneka rasa di dalamnya. Berikut beberapa moment untuk dikenang yang akan saya tuliskan.

1. Petugas yang bertanya ke petugas lainnya “Ada yang udah nyerah ? Kalo ada angkat tangan. Biar aku gantiin.” [Beliau berteriak dari arah tenda ganti kostum petugas]

2. Seorang gadis kecil berumur tiga tahun dengan boneka di tangannya. Mengantri bersama saudaranya. Saat namanya terpanggil ia diantar ke petugas. Dan saat mau menuju ke area swab dan pegangan tangan saudaranya dilepas kemudian petugas membimbingnya ke area swab menuju bilik swab. Kepolosan dan kepasrahannya sembari mendekap boneka membuat pikiran saya melayang entah kemana. Mellow dan aneh saja rasanya melihat itu.

3. Seorang petugas bertanya kepada salah seorang yang mau di swab “Gimana pak…bapak takut?”

“Releks ya pak…jangan tegang.”

Cukup tiga ini yang saya tuliskan. Dan beberapa foto akan saya lampirkan. Foto ini saya ambil tanpa teknik apapun (karena memang tak ada keahlian dalam urusan potret memotret. Hehe).

Dan mohon doanya, agar saya tidak terinfeksi virus ini ya… Allahumma Aamiin….

Bilik Swab Payakumbuh
Petugas
Menunggu Giliran (kursi tunggu memang sengaja tidak di susun)

Payakumbuh, 7 September 2020

~amelya afryandes~

Mama… Baarakaallaahu Fii Umurik Ma…:)

Kata orang, micin itu nagih
Bagiku bercanda denganmu mama, jauh lebih candu dari itu.

Kata orang, embun itu sejuk
Bagiku melihat tatapan mama, jauh lebih adem dari itu

Kata orang, mentari pagi itu hangat
Bagiku, senyum tawa mama jauh lebih menyemangati dari itu

With My Beloved Mommy

Begitu besar arti mama bagiku…
Bahkan marah mama pun tak mampu mengusir rasa sayangku

Ridhomu mama adalah yang kutuju karena RIDHA Allah selalu ada disitu untukku… =)

Selamat ulang tahun mama, semoga umur yang berkah dan selalu dilimpahi kebahagiaan dan keberkahan oleh Allah SWT…

Allahumma Aamiin…
Dari Putri Sulungmu
Amelya Afryandes

alhamdulillah tahun ini bisa ucapin selamat ultah langsung ke mama… Setelah sekian purnama hanya via udara 💕☺️💕

Haiii Blog…☺️☺️☺️

Hai blog…lama sudah saya tak pernah nongol dini hari seperti sekarang. Dulu banget kebiasaan ngisi blog di tengah malam sering saya lakukan.

Bukannya tak rindu mengisi blog seperti dulu lagi, bukan pula karena tak ada cerita yang akan dibagi.

Rindu sekali sebenarnya untuk kembali sering bercerita. Apa lagi juga banyak momen yang pantas untuk kita bagi bersama. Tapi apa daya, kadang mata yang tak lagi bisa dibuka, kadang capek yang mendera, kadang tetiba bingung merangkai kata seperti dulu masa.

Tetiba, malam ini pengen sekali saya mengetuk pintu blog ini. Bercerita tanpa perlu tema, mengoceh seperti apa adanya saja.

Sekalipun sebenarnya banyak hutang cerita saya di blog ini. Tapi untuk postingan ini biarlah kita biarkan suka-suka seperti ini saja.

Tetiba saya terharu saja. Mengingat perjalanan hidup sampai saat ini. Syukur tak terkira kepada Allah ta’ala. Untuk setiap nikmat yang diluar harapan saya. Untuk setiap rasa syukur yang dilimpahkan Allah dalam relung-relung hati saya. Untuk setiap sabar yang dipasangkan pada tiap-tiap masa.

Seringkali, hangat di pelupuk mata saat menikmati hari-hari…terharu atas anugerah Mu yaa Rabb…dan terkadang serasa saya begitu rindu untuk bertemu dengan Mu yaa Rabbi. Mengucapkan syukur langsung di hadapan Mu.

Dan seringkali saya ceritakan rasa itu ke Mama bahwa saya terharu dengan ini semua, semua momen dalam hidup. Dan itu juga seringkali saya ceritakan ke Papa dan adik – adik saya.

Kalo ditanya, bagian mana yang paling saya syukuri, tak tahu bagian mana yang harus saya pilih karena semua momen di setiap hari sejatinya adalah detik-detik yang saya nikmati dan semua momen itu pula adalah jenak-jenak yang saya syukuri.

Dan malam ini, rasa syukur itu membuncah sekali, saking membuncahnya saya terharu. (Apa benar syukur bikin kita terharu ? Dan saya sedang seterharu ini…)

Saya tuliskan di blog ini, semoga rasa syukur ini selalu Allah limpahkan sepanjang umur hamba. Cukuplah rasa syukur ini untuk membuat hamba menikmati dan menjalani seluruh rangkaian hidup yang indah ini yaa Rabb.

Allahumma Aamiin

Yaa Allah dunia aja sudah begini rasanya, apalagi surga Mu.

Payakumbuh, 3 Agustus 2020

Pukul. 02.21 WIB, dini hari.

Amelya Afryandes

Dear Millaty, 30 Juli ke 30 bagimu ☺️

Taman Mini Indonesia Indah, 2012

Dear Millaty,

Hari ini, 30 Juli yang ke-30 bagimu
Hem, waktu melesat.
Saat kutolehkan ingatan ke waktu yang berlalu,
Banyak sudah momen yang kita catat

30 tahun bagimu berarti 30 tahu bagiku, kau sebagai teman yang membersamai jejak-jejak kaki kecilku dulu yang kini tak lagi semungil itu.
Hemm.
30 tahun bagimu berarti 30 tahun bagiku untuk bersyukur pada Allah yang telah menganugrahkan engkau sebagai adikku melalui mama papa kita 🙂

Dulu, target terbesarku adalah menjadi remote control untuk gelak tawa dan tangis mu.
Tangismu adalah misi telponan ku, namun mengakhiri telponan dengan tawa diantara kita adalah visi utamaku.

Tenang, kini kau aman dari misi menyebalkan tapi dirindukan itu, karena sekarang Raja Roni telah disampingmu dan 2 Putra Mahkota menjadi penjaga mu dan 1 Putri Cantik sebagai pelipur hatimu.
Di tahun ke 30 pada 30 Juli ini, doaku selalu sama untukmu, agar keberkahan dan keselamatan dari Allah selalu tercurah dalam setiap hari-harimu. Allahumma Aamiin.

Dari satu-satunya kakak terbaik mu 😘😘😘


Amelya Afryandes

Swab Test

Hari ini Alhamdulillah saya bisa tes swab.

Kenapa akhirnya test

Dan bagaimana prosesnya

Nyusul yaa…

Bye Depok…:)

Officially back for good dari Depok.

Hem…cerita lengkapnya insyaa Allah nanti ya.

Ini nulis sembari nunggu boarding.

Sesederhana Glukosa dan Semanis Itu Pula. =)

Mellow sie…tenang Mel…udah banyak yang kamu anggap keluarga di Depok…kapan berkunjung insyaa Allah ga bakal asing lagi.=)

~ MATAHARI & CINTANYA ~

Saya akan bercerita…

Beberapa tahun silam, sekitar tahun 2011 akhir atau 2012 awal, saya mendengar seorang ibu menasehati putrinya…

Nak… Tahukah kamu, bahwa Matahari mencintai Bumi dengan jaraknya karena mendekat malah menghancurkan.

Glek…! Serasa mendengar pesan Ustadz Salim A. Fillah yang mengatakan “Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan.”

Saat itu, bertahun-tahun lalu, pesan itu serasa hanya ditujukan untuk dua remaja yang belum semestinya menjalin hubungan hati. Hanya itu.

Tahun berganti, musim berubah, dan situasi tak lagi sama.

Satu windu setelah nya…

Sesuatu datang, membawa pesan… Bahwa “Tak Tahu Bukan Berarti Tak Ada dan Tak Tampak Bukan Bermakna Tiada”,

Ia kecil, mungil, dan tampak seperti bermahkota dengan gaun yang dihiasi ujung-ujung seperti jarum.

Karena mahkotanya yang terlihat berpendar di saat gelap dibawah mikroskop, maka dia diberi nama seperti nama lapisan luar matahari.

Lapisan luar yang tak terlihat mata saat matahari bersinar sempurna.

Lapisan luar yang hanya kan terlihat saat mentari sempurna sedang gerhana.

Ya… Dia bernama Corona. Dia Corona Virus, Virus Wuhan 19.

Dialah yang mengajukan tanya pada Manusia…

“Apakah Cinta Kalian Pada Sesama Sebesar Cinta yang Diberikan Pada Bumi oleh SANG SURYA ?”

Wuhan 19. Tak tahu kita dia ada, dia tak tampak tapi nyata.

Sebanyak 199 negara dan teritori ia jelajahi, menyapa manusia dengan sapaan yang menyesakkan dada.
Mempertanyakan pada manusia, Seberapa besar cintamu pada saudara?

Pimpinan yang bijak dari manusia menyerukan “Batasi kedekatan fisik dengan saudaramu. Bagi saudara-saudara yang terlanjur kembali dari daerah terjangkit, isolasi diri. Dan bagi yang masih berada di daerah terjangkit, mohon tinggal dan jangan mudik.”

Tepat saat itu diserukan, Jarak langsung memberikan Ujian.
Rindu langsung menjadi Soal. Namun saat ini, Bertemu, bukanlah Jawaban.

Saat itu diserukan, Cinta Matahari perlu menjadi teladan. Ia Cinta Pada Bumi. *Namun ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan*.

Yuk kawan… Kita tunda kepulangan. Rindu ini memang sulit untuk dilawan, NAMUN cinta kepada Ayah Bunda HARUS KITA MENANGKAN.

-Amelya Afryandes, yang sedang rindu kampung halaman-

Dan inilah salah satu makanan untuk hati yang sedang rindu tak tertahan, yaps… Dengan membuat sebuah tulisan ☺️
Setuju kawan…😊😊😊